Health

Sebotol Minuman Manis Sudah Hampir Habiskan Jatah Gula Sehari

Jakarta (KABARIN) -

Kebiasaan beli minuman manis kemasan ternyata bisa diam diam bikin asupan gula harian melonjak. Bahkan satu botol kecil saja sudah menyumbang hampir setengah dari batas maksimal gula yang dianjurkan pemerintah.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan banyak orang tidak sadar seberapa besar kandungan gula dalam minuman yang mereka konsumsi.

Dalam sebuah acara diskusi di Jakarta Pusat, ia memaparkan bahwa satu porsi minuman manis sebanyak 250 mililiter rata rata mengandung sekitar 22,8 gram gula.

Padahal Kementerian Kesehatan menyarankan konsumsi gula dibatasi maksimal 50 gram atau setara empat sendok makan per orang per hari.

“Minum satu botol kecil saja, hampir setengah dari batas gula harian sudah terpenuhi. Padahal kita masih makan dan minum yang lain,” kata Nadia.

Artinya, tanpa terasa jatah gula harian bisa cepat habis hanya dari minuman. Belum lagi tambahan gula dari makanan lain seperti camilan atau makanan siap saji.

Berdasarkan data Riskesdas 2018, sekitar 60 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi setidaknya satu jenis minuman manis setiap hari. Angka ini belum menghitung gula tambahan dari sumber lain.

Menurut Nadia, konsumsi gula berlebihan punya kaitan erat dengan meningkatnya risiko obesitas dan diabetes. Ia juga menyoroti kebiasaan lidah yang bisa makin terbiasa dengan rasa manis sehingga keinginan mengonsumsi gula terus bertambah.

“Kalau kita terbiasa minum manis, besoknya ingin lebih manis lagi. Jadi harus dilatih untuk mengurangi secara bertahap,” ujarnya.

Ia menyarankan agar pengurangan gula dilakukan pelan pelan supaya tubuh bisa menyesuaikan. Misalnya dengan memilih varian less sugar saat membeli minuman atau mengurangi takaran gula ketika membuat minuman sendiri di rumah.

“Kalau biasanya satu sendok, coba kurangi sedikit demi sedikit. Nanti lama-lama akan terbiasa,” kata dia.

Pengendalian asupan gula menjadi salah satu langkah penting untuk menekan angka obesitas dan penyakit tidak menular yang terus meningkat di Indonesia.

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: